|
Monday, February 28, 2005
Insomaniac nahdan taped a piece at 03:32 am ------------------------------------------------------------------------------------------ Sunday, February 27, 2005
Catatan Jemputan Allah` Love Never Ever Ending Forever. By Muhammad Nur Khamis Bin Ab. Razak Al Hasyimiy Who has made the earth your couch, and the heavens your canopy; and sent down rain from the heavens; and brought forth therewith fruits for your sustenance; then set not up rivals unto Allah when ye know (the truth). Al Baqarah - verse 22 Many people in this whole world. from there community appear various ethnic and race with different skins color , different kinds and cultures , different language and social communications also the customes. All of the humankinds was create from one man (adam a.s.). Adam was create by the ONE god. Allah. So true for Allah terrible and his power. He whois the one invent this world and manage it by himself without anyone helps. His administrations so completely and unique and even anyone cannot to challange Him. Of Course He is our great creator. Allah. Allah prepare and served anything facilities to all mankinds. For easier in they life and live. Havent you see , all of these are evidence and proof to the Allah`s love and pity to us. But we..how we appreciate allah`s love to us? What the kind of the way that we point out from allah`s observation to us? How much about our assessment to Allah? Isnt our love to Allah exceed from the others like family , friends , hubby , wife or our beloved children or anyone in our heart? Thats the point. Of course our love is more highest and precious just for Allah Taala. Allah Said In Al Quran: Say: "Shall I take for my protector any other than Allah, the Maker of the heavens and the earth? And He it is that feedeth but is not fed." Say: "Nay! but I am commanded to be the first of those who bow to Allah (in Islam), and be not thou of the company of those who join gods with Allah." Al-An`am verse 14 Abu Hurairah, may Allah be pleased with him, reported: Allah's Messenger (may peace be upon him) said: When Allah created the creation He put down in his Book, which is with Him upon the Throne: Verily, My mercy predominates My wrath So That , what we must to do after hold all delightful from Allah? let`s learn how to realise our thankful to Him. Lets Taqwa to Allah. wallahua`lam nahdan taped a piece at 04:06 am ------------------------------------------------------------------------------------------ Saturday, February 26, 2005
The Stars Twinkling...
the stars in the sky aboves.. But that stars always in my heart. no one can be like you sayang... no one can replace you forever.. i jusr asking for little concerning dont evenmore to insist you.. from the kind heart of you My Sayang... nahdan taped a piece at 06:31 am ------------------------------------------------------------------------------------------ Thursday, February 24, 2005
nadwah pula Erm iklan lagi..entah boring sangat lah ni sampai tak tahu nak buat apa. nak bagitau aku telah release kan lagi satu blog. bertemakan Aman Unggu. bukan blog tu yg pnting tapi ini hasil julung kali aku dalam percubaan untuk buat template blog. template ni aku dah submit ke design.blogdrive.com...tak tahu lah depa terima atau tak..ahlan..hehehe preview dia ka atas..ok jumpa lagi..wassalam www.nadwah.blogdrive.com nahdan taped a piece at 01:02 pm ------------------------------------------------------------------------------------------ Wednesday, February 23, 2005
Fikir Sejenak Oleh : Dr. Muhammad Nur Khamis Bin A.B. Razak Al - Hasyimy Assalamualaikum Warahmatullah. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Selawat Dan Salam yang berpanjangan buat Rasul Khatimul Anbiya Muhammad Al-Mustofa s.a.w. berkat baginda Islam bersinar ke seluruh alam. amma ba`du Seperti yang difirmankan Allah Taala dalam Quran yang mulia maksudnya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak nescaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar. Surah Al -Anfal Ayat 45-46 Pembaca yang dimuliakan Allah sekelian, Apakah yang kita ada pada hari ini. Pada diri kita , jasad kita , jiwa kita dan juga kita. Apakah kiranya kita hanya merasa senang dengan apa yang ada? Apakah kita merasa bermewah dengan apa yang kita miliki? Apakah kita berbangga dengan apa yang kita usaha dan yang kita dapat dari apa yang kita hasilkan? Mengapa dan Kenapa? Saudaraku sekelian yang ku kasihi dalam agama yang suci ini. Dalam hidup ini dipanggil tidak sempurna namanya jika pembangunan jasad dan fizikal semata dibangunkan tanpa mengambil kira apa yang terkandung disebaliknya. Pembangunan rohani berjalan tidak seiring dengan pembangunan jasmani maka sudah tentu pincanglah apa yang telah dibangunkan. Dunia ini sebenarnya tidak membawa kepada apa apa makna jika akhirat yang kita akan lalui suatu masa kelak itu dibiar dan ditinggalkan begitu sahaja. Kita hanya memerlukan dunia untuk kita mengumpul bekal menuju ke alam sana. Alam akhirat lah yang kita patut titik beratkan kerana di sana lah kita akan hidup selamanya. Semuanya bergantung pada perkiraan Allah terhadap kita. Sama ada kita hidup dalam bahagia atau celaka. Ingatlah buat selama-selamanya. Di dunia ini walau mungkin kita mengalami kesusahan tetapi ianya hanya sementara kita hidup, Bilamana kita meninggalkan dunia yang fana ini kelak maka segalanya akan selesai. Namun dengan demikian itu hendaklah kita mempersiapkan diri kita..biar susah di sini tidak mengapa jangan susah di sana.. Berbahagialah orang yang mana ketika di dunianya ia bahagia walaupun dihimpit kesusahan dan cabaran hidup akan tetapi bilamana sampai di negeri akhirat sana dia tergolong dalam golongan yang bahagia. Dan amatlah rugi yang mana susah dunia..jua susah di akhiratnya. Firman Allah Taala Yang Mahfumnya: Kehidupan dunia (dan kemewahannya) diperhiaskan (dan dijadikan amat indah) pada (pandangan) orang-orang kafir, sehingga mereka (berlagak sombong dan) memandang rendah kepada orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa (dengan imannya) lebih tinggi (martabatnya) daripada mereka (yang kafir itu) pada hari kiamat kelak dan (ingatlah), Allah memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya dengan tidak terkira (menurut undang-undang peraturanNya - Surah Al Baqarah Ayat 212 Justeru sebagai orang islam dan mukmin yang telah sempurna imannya yang ditempa mengikut acuan sunnah Rasulullah s.a.w. maka seharusnya kita tidak mudah leka dengan kesenangan dunia yang menipu. Dunia ini tempat persinggahan cuma , Rumah halaman kita adalah di negeri Akhirat sana. Asal diciptakan Manusia ( Nabi Allah Adam A.S.) bermula di syurga namun diturunkan ke dunia untuk diuji sebelum kembali semula ke kampung halaman yang dijanjikan oleh Allah Taala yang maha pengasih. Dewasa ini , pihak pihak yang memusuhi islam selalu mencanangkan kepada kita bahawa "tiada kehidupan selepas mati. Jadi gunakanlah masa yang ada untuk berhibur dan menikmati kehidupan ini sepuasnya. Jangan dikira soal halal dan haram yang penting kita puas hati dengan kehidupan yang kita ada" Inilah yang batilnya. Inilah yang salahnya. Kita seringkali tertipu dengan ajakan dan tipudaya mereka. Mereka adalah golongan yang tidak percayakan Akhirat jadi mengapa kita perlu menuruti jejak langkah sumbang mereka? Bukankah telah ditetap teguhkan dalam rukun iman yang enam bahawa beriman kepada hari akhirat merupakan salah satu cabangnya? jika tidak manakah lagi kesempurnaan iman yang kita bawakan dalam hati kita selama ini. Demi Allah yang diri kita di dalam kekuasaannya . Smemangnya godaan dunia ini amat hebat dalam perjalanan kembali menuju kepada Allah. Sememangnya untuk meraih redha Allah itu maka kita perlu berjuang dan bermujahadah serta perlu membayar harga yang mahal untuk mendapatkannya. Redha Allah lah yang paling penting dalam kehidupan kita. Siapalah kita tanpa redha Allah. Mafhum Firman Allah Taala lagi yang bermaksud: Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk Syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah? Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada agama Allah). Surah Al Baqarah - Ayat 214 Sesungguhnya kita pasti akan diuji untuk mendapat rahmat dan kasih sayang Allah. redha akan semua yang diuji menandakan seorang hamba itu tabah dan menerima segala qada` dan qadar ketentuan tuhan. Bila Dia hendak berikan sesuatu yang berharga sudah pasti kita diuji terlebih dahulu. Sesungguhnya segala bantuan dan pertolongan Allah akan datang bersama kita apabila kita sabar dan berpegang teguh dengan Allah. Bukannya berputus asa dengan rahmat Allah. Allah jua tidak menyukai orang yang berpaling tadah dan cepat berputus asa dalam menanangi ujian-Nya. Semuanya ini menampakan ciri iman yang sejati dalam diri seorang hamba bila mana dia yakin pada Allah semata tanpa mengharapkan orang lain apatah lagi dunia yang hanya bersifat sementara. Seorang hamba yang dipenuhi dengan pancaran iman yang suci juga meyakini datangnya hari qiamat dan bersiap sedia untuk menghadapinya. Segala suruhan Allah Dilakukan Yang mana ditegah terus ditinggalkan tanpa sebarang kompromi. Begitu juga dengan apa yang telah dibawa oleh Rasulullah s.a.w. Cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya lebih utama dari segala segala mengatasi kecintaan kepada yang lain. Begitu juga dengan kepentingan dunia yang tidak berfaedah tentunya ditolak ketepi kerana takutkan Allah yang akan menghakimi segala sesuatu. Sabda Rasulullah yang berbunyi: Hadis Diriwayatkan daripada Nabi s.a.w, baginda bersabda: Tiga perkara, jika terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan memperolehi kemanisan iman: Seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih daripada selain keduanya, mencintai seorang hanya kerana Allah, tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam Neraka Oleh itu saudaraku yang ku kasihi , Saya berwasiat pada diri saya sendiri dan kepada kamu agar bertaqwa kepada Allah. Taqwa itu adalah asas setiap perkara. Takutilah Allah Dan semaikanlah cinta kepadanya. Berdoa kepada-Nya selalu agar kita termasuk dalam kalangan mereka yang mendapat Redha Allah di dunia yang sementara ini dan Di Akhirat sana yang kekal abadi. Maha suci Mu Ya Allah. ampunilah kami. Wallahua`lam. 24 Febuari `05 nahdan taped a piece at 04:14 pm ------------------------------------------------------------------------------------------ Tuesday, February 22, 2005
Rindu Hakiki Semua kita pernah rasa rindu , rindu adalah rasa fitrah yang wujud dalam diri setiap insan. Rindu , adalah fitrah yang suci. sering kita rindu pada orang yang kita sayangi. Kaum kerabat , sanak saudara dan rakan rakan. apabila mereka jauh dan sudah lama tidak seling bertanya khabar maka kita pasti akan dilanda kerinduan. Rindu sudah tentulah pada orang yang kita kenal dan selalu lihat akan dia sebelum ini. Bila ia tiada di mata dan kita selalu teringatkan nya dengan kasih dan sayang maka inilah rindu. rasa ingin selalu berjumpa. memeluknya dan melepaskan segala rindu yang terbuku. inilah hakikat rindu yang dicipta oleh Allah Taala yang maha Agung. Kita sering mendengar rindu kepada Rasululllah s.a.w. Hakikatnya bagaimana kita memahami dan berusaha ke arah itu? pernahkah kita bawa diri kita untuk merindui orang yang selayaknya dan paling berhak untuk dirindui? mencintai , mengasihi dan merindui Rasulullah s.a.w. yang mulia adalah salah satu dari cabang iman. Salah satu jua dari tanda kesempurnaan iman. Tidak sempurna iman seseorang yang beriman dengan Allah dan hari qiamat itu jika tidak membahagikan hatinya untuk merindui Rasulullah s.a.w. Justeru bagaimanakah cara kita untuk merindui Rasulullah , Sedangkan kita tidak pernah melihatnya , mendengar suaranya atau bertemu dengannya. Sebenarnya tiada yang mustahil dalam perkara ini. malah Rasulullah sendiri semasa hayat baginda s.a.w. pernah memberitahu sahabat baginda r.a. yang baginda merasa rindu kepada ikhwan baginda s.a.w. Para sahabat kehairanan dan bertanya siapakh ikhwan baginda s.a.w. bukankah mereka yang berada disekeliling baginda itu adalah ikhwan baginda s.a.w.? Baginda menerangkan mereka adalah Sahabat baginda..akan tetapi orang yang digelar ikhwan baginda itu adalah orang yang hidup di akhir zaman selepas nabi s.a.w tiada lagi. Mereka terdiri dari ummah nabi yang patuh pada segalanya dalam agama. Mereka sememangnya tidak pernah melihat wajah mulia nabi , tidak pernah mendengar suara nabi dan sebagainya...akan tetapi mereka ini berusaha dan menyuburkan rasa rindu yang membara kepada nabi s.a.w. Dan inilah yang menyebabkan Nabi tahu dan nabi s.a.w. juga rindu pada mereka sehinggakan diberi gelaran sebagai ikhwan (saudara) kepada nabi s.a.w. yang mulai lagi terpuji. Sungguh mahal nilaian rindu kepada Rasulullah ini. marilah sama sama cuba untuk menyuburkannya. Cuba tukarkan rindu manusia biasa yang kita rasai kepada Rindu Rasulullah s.a.w. Hayati sirah hidup baginda s.a.w. jiwai segala sunnah baginda dan pelajarilah hadith yang telah Rasulullah s.a.w. tinggalkan. Dia adalah kekasih kita. Selama lamanya akan tetap begitu. Dialah orang yang kita harapkan untuk memberi syafaat kepada kita di hari kebangkitan dan penghisaban yang penuh dahsyat nanti. Jangan kita semai semua itu di mulut sahaja akan tetapi tanam tanamkan dalam hati kita. Moga secebis rindu yang ada kita usahakan menjadikan kita disayangi Rasulullah s.a.w dan Diredhai oleh Allah taala kelak. Wallahu`alam nian armands 2.42 pm mansoura , eygpt nahdan taped a piece at 04:44 am ------------------------------------------------------------------------------------------
|